Tetangga

TUHANKU.... TETANGGAKU MENUTUP PINTU RUMAHNYA DARIKU

Sahabat lbnu Umar radhiyallahu anhu berkata:

لَقَدْ أَتَى عَلَيْنَا زَمَانٌ - أَوْ قَالَ : حِيْنٌ- وَمَا أَحَدٌ أَحَقُّ بِدِيْنَارِهِ وَدِرْهَمِهِ مِنْ أَخِيْهِ الْمُسْلِمِ، ثُمَّ الآنَ الدِّيْنَارُ وَالدِّرْهَمُ أَحَبُّ إِلىَ أَحَدِنَا مِنْ أَخِيْهِ الْمُسْلِمِ

“Telah datang kepada kami (para sahabat) suatu zaman atau masa di mana seorang itu (merasa) saudaranya sesama muslim lebih berhak untuk memiliki dirham dan dinar yang ia miliki. Adapun saat ini, dinar dan dirham lebih dicintai oleh salah seorang di antara kita daripada saudaranya sesama muslim. Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كَمْ مِنْ جَارٍ مُتَعَلِّقٍ بِجَارِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، يَقُوْلُ، يَا رَبِّ! هَذَا أَغْلَقَ بَابَهُ دُوْنِي، فَمَنَعَ مَعْرُوْفَهُ!

“Berapa banyak tetangga yang akan bergantung (memegang tangan) tetangganya di hari kiamat sambil berkata, ”Wahai Rabb-ku orang ini menutup pintunya dariku, dia enggan memberi apa yang ia miliki.”
(HR. Bukhari dalam Al Adab Al Mufrad)

Syaikh Anis Thahir Al Andunisy menjelaskan,  "Hadits ini hasan lighairihi sebagaimana yang disebutkan Al Albani, adapun maksud dari menutup pintu adalah enggan memberi apa yang dia miliki pada tetangganya atau tidak mau membukakan pintu disaat tetangganya datang mengetuk untuk sebuah keperluan." Makna ini juga diperkuat oleh hadits selanjutnya dimana Ibnu Az-Zubair berkata, “Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ الَّذِيْ يَشْبَعُ، وَجَارُهُ جَائِعٌ

"Bukan orang beriman apabila seseorang kekenyangan sedangkan tetangganya dalam keadaan lapar.” (HR. Bukhari dalam Al Adab Al Mufrad)

Selengkapnya baca di:
http://abulfayruz.blogspot.com/2014/09/tuhanku-tetanggaku-menutup-pintu.html

_______________________

Post a Comment

أحدث أقدم