Intisari kajian Ust DR. Muinudinillah - Hafidzahullah - di Masjid Istiqamah Penumping
(Sabtu 3/10/2015, maghrib - Isya )
1. Terkait haji dan musibah Mina,maka perlu dicatat, Syi'ah dalam kitab kitab suci nya menegaskan bahwa imam Mahdi mereka akan membunuh jamaah haji di Mina. Sebagaimana mana ditegaskan oleh AnNukmaniy, muhaddits Syi'ah.
Maka siapa aktor tragedi Mina sebenarnya? Bukankah Iran terang-terangan bahwa jama'ah hajinya, telah melawan Arus. Bukankah sejak dahulu kala Syi'ah menodai tanah suci? (sejak zaman Qoromithoh). Bukankah Iran selalu mengeluarkan ancaman ke Saudi, terkhusus pasca Revolusi Khomeini, dan setelah Saudi memerangi Hausti di Yaman...
2. Permasalahan besar umat islam hari ini adalah hilangnya akidah alwala wal baro. Mereka tidak bisa membedakan kawan dan lawan. Kekuatan iman tidak bisa dinilai dengan shalat, puasa, haji, infak, zakat dan jihad. Sebab amal amal itu pun bisa dilaksanakan oleh nunafikun.
Tetapi kekuatan dan kebenaran keislaman seseorang bisa dilihat pada akidah alwala wal baro nya. Kepada siapa dia memberikan loyalitas, pembelaan, pertolongan , dan siapa yang ia musuhi. Inilah garis pembeda iman hakiki & kenifakan.
Orang yang gembira atas musibah yang menimpa saudara muslimin, seperti di Makkah adalah ciri munafik. Orang yang membela Syi'ah adalah bukti bahwa akidah nya bermasalah.
3. Termasuk fikih prioritas adalah mengkaji siapa yang berhak mendapatkan loyalitas dan siapa yang harus dimusuhi. Jadi, menentukan kawan & lawan adalah termasuk prioritas utama muslimin kontemporer, termasuk di Indonesia. Sebab rusaknya alwala wal baro akan menjadi penyebab rusaknya perjuangan.
4. Umat Islam harus peduli terhadap lingkungan & kondisi di sekitarnya. Termsuk dalam masalah politik. Umat Islam harus tegas, bahwa orang kafir tidak boleh dipilih atau terpilih sebagai pemimpin yang menguasai umat Islam. Umat Islam harus berusaha sekuat mungkin agar orang kafir tidak menguasai nya. Inilah makna dari doa
(ربنا لا تجعلنا فتنة للذين كفروا )( و لا تسلط علينا بذنوبنا من لا يخافك و لا يرحمنا )
) و لن يجعل الله للكافرين على المؤمنين سبيلاً )
Memberikn kesempatan kepada orang kafir untuk memimpin umat Islam, berarti telah melanggar ayat dan do'a di atas.
5. Banyak masalah syarie yang bisa diselesaikan lewat pemimpin/kekuasaan yg tidak bisa/sulit diselesaikan dengan ceramah atau tulisan. Seringkali tanda tangan seorang penguasa lebih bertuah & berkuasa daripada ratusan ceramah Ustadz. Contoh nya dalam melarang kemaksiatan. Maka Umat Islam harus memilih pemimpin Islam.
Mengurangi madharat yang menimpa umat adalah salah satu tujuan syariat Islam. Lihatlah negara atau daerah yang dikuasai oleh Penguasa kafir, seperti di negara luar, masjid dihancurkan, ibadah dilarang, dan Umat Islam disuruh memilih : kafir atau mati.
Maka bukanlah karakter muslim yang baik, membiarkan tangan orang kafir menguasai muslimin. Sementara ia mampu mencegahnya. Sebab kejahatan di sebuah daerah yang telah dikuasai oleh orang kafir akan semakin kuat dan akan didukung penuh oleh kekuatan penguasa. Maka pengikut kebenaran akan sulit membela kebenaran.
#Diringkas oleh Mas'ud Izzul Mujahid
Post a Comment