Renungan pagi dr KH. Abdullah Gymnastiar
Saudaraku, ada orang yang dirinya seringkali diperbudak oleh perasaan. Bisa karena sakit hati, cemburu, marah, tersinggung, dendam, dan lain bentuk-bentuk perasaan negatif lainnya. Orang seperti ini akan berlarut-larut dalam perasaannya yang demikian, merasa selalu harus dikasihani, merasa menjadi orang yang paling dizholimi. Langit baginya kelam, hidup baginya sempit, seolah hidupnya sendiri tanpa ada orang yang peduli kepadanya. Betapa berat hidup orang yang demikian.
Demikianlah manakala tidak ada Alloh di hati kita. Tidak ada ketenangan, tak ada ketentraman, jauh dari kebahagiaan. Padahal Alloh Swt. berfirman,
ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَٮِٕنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِۗ أَلَا بِذِڪۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَٮِٕنُّ ٱلۡقُلُوبُ
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Alloh. Ingatlah, hanya dengan mengingati Alloh hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ro’du [13] : 28)
Post a Comment